TAFSIR SYAIKH ABD AL-QADIR AL-JAYLANI:

shareurs

Sebuah Penghampiran Hermeneutika Sufistik

Oleh: M. Suudi Musthofa

Tingkat 3 jurusan falsafah Al-Azhar Cairo Egypt

Foto092

“Para imam sufi yang masyhur seperti al-Junayd dan Abd al-Qadir al-Jaylani
serta para pengikutnya adalah termasuk orang-orang terbesar yang mematuhi
perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya”
[ Ibn Taimiyah ]

“Abd al-Qadir al-Jaylani, telah menguasai fiqh dan tafsir yang membuat para ulama tercengang” [ Baron Caradivo ]

View original post 5,776 more words

Advertisements

Tafsir Sufi Cahaya di atas Cahaya, surah an Nur.

Jalan Akhirat



Maksud ayat: Surah an Nur ayat 35 – 38.

“Allah (memberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti lubang yang tak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan (bintang yang bercahaya) seperti mutiara yang menyalakan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, iaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah baratnya yang minyaknya sahaja menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis) Allah membimbing kepada cahayanya, siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahka untuk dimulakan dan disebut namanya di dalamnya, pada waktu pagi dan pada waktu petang, lelaki yang tida dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingati Allah dan dari mendirikan solat dan dari membayar zakat. Mereka takut pada…

View original post 1,023 more words

Once Upon A Time, Our Great Forefathers Said …

Karim's Blog

The chauvinist, racial extremist and religious bigotries keep reminding the Malay-Muslim about the so called social contract – and demanding equal treatment and disputing the Malay-Bumiputra privileges and special position of Islam and the sovereignty of Malay Sultan.

Reblog from Zul Nordin’s posting at hiszul4kulim.blogspot.com – the original English version below.

Dan yang diterjemahkan beliau sendiri dalam kiriman terbaru: SATU KETIKA DAHULU,TOK NENEK KITA PERNAH BERKATA…

The slogan Malai-Si : Death to the Malays, propagated by the chauvinists, racial extremists and religious bigotries has offended the Malay-Muslim that tainted the history of this peaceful nation with the bloody-day of May-13!

Salam 2 all.

The chauvinist, racial extremist and religious bigotries keep reminding the Malay-Muslim about the so called social contract – and demanding equal treatment and disputing the Malay-Bumiputra privileges and special position of Islam and the sovereignty of Malay Sultan.

I do not wish to say any further…

View original post 1,359 more words

Di balik cerpin mimpi, impian seorang nelayan – Jalanan tariqat M.Nasir

Khairulorama. Life and Work Notes.

Impian seorang nelayan

Burung Camar hinggap di jejari
Seorang nelayan sedang bermimpi
Mimpi tentang duyung
Mimpi tentang untung
Biduk hanyut dibawa ombak
Laut Cina Selatan

Dalam mimpi berkata sang duyung
‘Wahai nelayan kau anak laut
Di sini tempatmu
Di sini rezekimu
Pengorbanan yang kau lakukan
Ada balasannya’

Mega mendung
Laut pun bergoncang
Nelayan tersentak biduk sesat haluan
Sang mentari terlindung
Pantai tak kelihatan
Tawakkal jalan akhirnya

Dalam pondok kecil beratap rumbia
Seorang ibu memandang hari muka
Sambil ia menyusukan bayi yang kehausan
Ufuk timur hilang dari pandangan

Wahai anak yang sedang menangis
Mungkin kini engkau tak mengerti
Bila kau dewasa dan pandai nanti
Pengorbanan ayahmu sayang
Jangan kau lupakan

Antara bait dalam lagu ini, amat memilukan hati aku. Pada aku, M.Nasir menceritakan keadaan dan pengorbanan ibu dan bapa dalam mencari rezeki untuk membesarkan seorang anak. Seorang nelayan yang tahu arah perjalanan hidupnya, tetapi tidak berkeyakinan menghadapi realiti dan…

View original post 283 more words