Di balik cerpin mimpi, impian seorang nelayan – Jalanan tariqat M.Nasir

Khairulorama. Life and Work Notes.

Impian seorang nelayan

Burung Camar hinggap di jejari
Seorang nelayan sedang bermimpi
Mimpi tentang duyung
Mimpi tentang untung
Biduk hanyut dibawa ombak
Laut Cina Selatan

Dalam mimpi berkata sang duyung
‘Wahai nelayan kau anak laut
Di sini tempatmu
Di sini rezekimu
Pengorbanan yang kau lakukan
Ada balasannya’

Mega mendung
Laut pun bergoncang
Nelayan tersentak biduk sesat haluan
Sang mentari terlindung
Pantai tak kelihatan
Tawakkal jalan akhirnya

Dalam pondok kecil beratap rumbia
Seorang ibu memandang hari muka
Sambil ia menyusukan bayi yang kehausan
Ufuk timur hilang dari pandangan

Wahai anak yang sedang menangis
Mungkin kini engkau tak mengerti
Bila kau dewasa dan pandai nanti
Pengorbanan ayahmu sayang
Jangan kau lupakan

Antara bait dalam lagu ini, amat memilukan hati aku. Pada aku, M.Nasir menceritakan keadaan dan pengorbanan ibu dan bapa dalam mencari rezeki untuk membesarkan seorang anak. Seorang nelayan yang tahu arah perjalanan hidupnya, tetapi tidak berkeyakinan menghadapi realiti dan…

View original post 283 more words

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s