Ibu Hajar dan Seorang YahudiIBNU Ibnu Hajar rahimahullah dulu adalah seorang hakim besar Mesir di masanya. Beliau jika pergi ke tempat kerjanya berangkat dengan naik kereta yang ditarik oleh kuda-kuda atau keledai-keledai dalam sebuah arak-arakan.Pada suatu hari beliau dengan keretanya melewati seorang yahudi Mesir. Yahudi itu adalah seorang penjual minyak. Sebagaimana kebiasaan tukang minyak, si yahudi itu pakaiannya kotor. Melihat arak-arakan itu, si yahudi itu menghadang dan menghentikannya.Si yahudi itu berkata kepada Ibnu Hajar: “Sesungguhnya Nabi kalian berkata: ‘Dunia itu penjaranya orang yang beriman dan surganya orang kafir’,  (HR. Muslim). Namun kenapa engkau sebagai seorang beriman menjadi seorang hakim besar di Mesir, dalam arak-arakan yang mewah, dan dalam kenikmatan seperti ini. Sedang aku -yang kafir- dalam penderitaan dan kesengsaran seperti ini?”Maka Ibnu Hajar menjawab: “Aku dengan keadaanku yang penuh dengan kemewahan dan kenimatan dunia ini bila dibandingkan dengan kenikmatan surga adalah seperti sebuah penjara. Sedang penderitaan yang kaualami di dunia ini dibandingkan dengan yang adzab neraka itu seperti sebuah surga.”Maka si yahudi itupun kemudian langsung mengucapkan syahadat: “Asyhadu anla ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammad rasulullah,” tanpa berpikir panjang langsung masuk Islam. []

Advertisements

Mandatory Military Service for Congress

If it seems like only months ago that America’s warmongers were claiming there would be no need for US boots on the ground in the fight against the Islamic State (IS), that’s because it was. When the politicians initially decided to promote IS to the position of threat du jour, they promised that threat could be eliminated without sacrifice of American lives. Defeating IS would require only indirect measures, such as “support” for “our partners” in the region like “Jordan, Lebanon and the Syrian opposition.” U.S. vice-president Joe Biden laid this line down in an August 22 op-ed in the Washington Post. My, how times have changed! With president Obama’s new Authorization for Use of Military Force seemingly only a congressional rubber stamp away, the new talk is that US boots on the ground are likely. And the proposed AUMF seems to confirm this. Commentators on NPR, MSNBC and Fox News agree that American combat troops are almost certain in the fight against IS. It’s as if a directive went out to the media to prep the public for the maneuver. In light of this tactical change of course I offer a modest proposal.http://original.antiwar.com/Chad_Nelson/2015/02/23/mandatory-military-service-for-congress/#.VOyKu_-G6YE.email


Mandatory Military Service for Congress

If it seems like only months ago that America’s warmongers were claiming there would be no need for US boots on the ground in the fight against the Islamic State (IS), that’s because it was. When the politicians initially decided to promote IS to the position of threat du jour, they promised that threat could be eliminated without sacrifice of American lives. Defeating IS would require only indirect measures, such as “support” for “our partners” in the region like “Jordan, Lebanon and the Syrian opposition.” U.S. vice-president Joe Biden laid this line down in an August 22 op-ed in the Washington Post. My, how times have changed! With president Obama’s new Authorization for Use of Military Force seemingly only a congressional rubber stamp away, the new talk is that US boots on the ground are likely. And the proposed AUMF seems to confirm this. Commentators on NPR, MSNBC and Fox News agree that American combat troops are almost certain in the fight against IS. It’s as if a directive went out to the media to prep the public for the maneuver. In light of this tactical change of course I offer a modest proposal.http://original.antiwar.com/Chad_Nelson/2015/02/23/mandatory-military-service-for-congress/#.VOyKu_-G6YE.email


Siapakah Ahlubait itu?

Muhammad SAW

AHLULBAIT adalah keluarga Muhammad dalam arti luas, meliputi isteri-isteri, anak-anak dan cucu-cucunya. Al-hakim menyampaikan sebuah hadits yang dibenarkan oleh Bukhari dan Muslim, sebagai berikut: “Bintang-bintang adalah keselamatan bagi penghuni bumi dari (bahaya) tenggelam (di dasar laut), dan Ahlulbaitku adalah keselamatan bagi umatku dari perselisihan.”

Kecintaan kepada sesuatu wajib berlandaskan semata-mata karena Allah, ditaati dan diikuti karena Allah. Kecintaan adalah sesuatu yang bersifat memaksa. Barangsiapa yang mencintai seseorang maka tidak mungkin dia membencinya. Demikian juga benci adalah suatu yang bersifat memaksa.

Perbuatan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa sampai kepada perkara yang bersifat memaksa ini, yaitu: kecintaan kepada Alulbait Nabi SAW? Penekanan Al-Qur’an al-Karim akan kecintaan kepada Ahlulbait Nabi SAW, memberi petunjuk kepada kita bahwa mukadimah kecintaan kepada mereka itulah berada di tangan kita sendiri.

Karena jika tidak, maka tidak ada artinya penekanan terhadap perkata yang bersifat memaksa, seperti dalam ungkapan Muhammad dalam surat as-Syu’ara: 23 “Katakanlah (wahai Muhammad kepada kaummu): “Aku tidak minta imbalan apa pun atas seruanku ini selain kecintaan kepada keluargaku (Al-Qurba), Ahlulbaitku-ku.”

Siapa yang dapat menyatakan bahwa kecintaan kepada Ahlulbait Nabi SAW berada di dalam hatinya? Mereka itu adalah orang-orang yang tunduk kepada perintah-perintahnya dan larangan-larangannya. Barangsiapa yang mengikutinya (Rasul dan Ahlulbait), maka berarti dia mencintainya.

Barangsiapa yang tidak mengikutinya, maka berarti dia tidak mencintainya. Karena kecintaan berkaitan dengan ketaatan dan ketundukkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Al-Qur’an al-Karim, katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku,” (QS. Ali ‘Imran:31)

Dalam beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami Rasulullah pernah bersabda, sebagai berikut:

“Seorang hamba mencintai Allah, tidak benar-benar beriman kepadaku sebelum ia mencintaiku, dan ia tidak benar-benar mencintaiku sebelum mencintai Ahlulbaitku.”

“Barangsiapa mencintai Allah, pasti mencintai Al-Qur’an, dan orang yang mencintai Al-Qur’an, pasti mencintaiku, dan orang yang mencintaiku tentu ia mencintai sahabat dan Ahlulbaitku.”

Adapun Ibnu Sa’ad menuturkan hadits lain, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Aku dan Ahlulbaitku, ibarat sebatang pohon di syurga yang cabang dan dahan-dahannya berada di dunia. Barangsiapa menghendaki, ia dapat menjadikannya sebagai jalan kepada Tuhannya.”

Sungguh , kecintaan selalu disertai dengan ketaatan dan ketundukkan kepada orang yang dicintai. Berpegang teguh kepada kehidupan para imam Ahlulbait as dan meneladani akhlak mereka yang agung akan mempeteguh akar kecintaan yang ada di dalam hati kita.

Inilah yang dapat kita ajarkan kepada generasi-generasi yang akan datang , kepada anak-anak kita, sehingga dengan begitu mereka memperoleh kecintaan kepada Ahlulbait Nabi SAW di dalam hati mereka. [Sumber: Madzhab Cinta/Karya]

Islam Pos

BERDOA menjadi salah satu cara seseorang untuk meminta sesuatu kepada Allah SWT. Dengan berdoa, seseorang dapat mencurahkan segala hal yang menjadi keinginannya kepada Allah. Karena tentunya kita yakin akan pertolongan Allah.

Aktivitas berdoa biasanya dilakukan setiap saat, terutama setelah selesai menjalankan shalat fardhu maupun sunnah. Tapi, tahukah Anda, bahwasanya ada waktu-waktu terntentu yang menjadikan doa kita itu mustajab?

“Carilah doa yang mustajab pada saat bertemunya dua pasukan, pada saat iqomah shalat dan saat turunnya hujan,” (HR. Al-Hakim).

Dalam hadis tersebut dikatakan bahwasanya ada dua waktu mustajab dalam berdoa. Pada saat iqomah dan ketika turunnya hujan, itulah waktu yang dipercaya sebagai waktu yang mustajab. Maka dari itu, ketika waktu-waktu tersebut biasakanlah untuk berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Apa pun segala maksud kita, utarakanlah ketika itu.

Memang semua waktu itu baik, namun di antara yang baik itu tentunya ada yang palig baik. Nah pada kedua waktu inilah yang paling baik untuk kita dalam berdoa. Tapi, jangan karena berpikir waktu tersebut yang paling baik menjadikan kita lupa berdoa di waktu yang lain. Melainkan kita harus banyak berdoa juga di waktu yang lain dan sempatkanlah untuk berdoa di dua waktu ini.

Aktivitas berdoa biasanya dilakukan setiap saat, terutama setelah selesai menjalankan shalat fardhu maupun sunnah.
Aktivitas berdoa biasanya dilakukan setiap saat, terutama setelah selesai menjalankan shalat fardhu maupun sunnah.

BERDOA menjadi salah satu cara seseorang untuk meminta sesuatu kepada Allah SWT. Dengan berdoa, seseorang dapat mencurahkan segala hal yang menjadi keinginannya kepada Allah. Karena tentunya kita yakin akan pertolongan Allah. Aktivitas berdoa biasanya dilakukan setiap saat, terutama setelah selesai … Continue reading

View original post