Siapakah Ahlubait itu?

Muhammad SAW

AHLULBAIT adalah keluarga Muhammad dalam arti luas, meliputi isteri-isteri, anak-anak dan cucu-cucunya. Al-hakim menyampaikan sebuah hadits yang dibenarkan oleh Bukhari dan Muslim, sebagai berikut: “Bintang-bintang adalah keselamatan bagi penghuni bumi dari (bahaya) tenggelam (di dasar laut), dan Ahlulbaitku adalah keselamatan bagi umatku dari perselisihan.”

Kecintaan kepada sesuatu wajib berlandaskan semata-mata karena Allah, ditaati dan diikuti karena Allah. Kecintaan adalah sesuatu yang bersifat memaksa. Barangsiapa yang mencintai seseorang maka tidak mungkin dia membencinya. Demikian juga benci adalah suatu yang bersifat memaksa.

Perbuatan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa sampai kepada perkara yang bersifat memaksa ini, yaitu: kecintaan kepada Alulbait Nabi SAW? Penekanan Al-Qur’an al-Karim akan kecintaan kepada Ahlulbait Nabi SAW, memberi petunjuk kepada kita bahwa mukadimah kecintaan kepada mereka itulah berada di tangan kita sendiri.

Karena jika tidak, maka tidak ada artinya penekanan terhadap perkata yang bersifat memaksa, seperti dalam ungkapan Muhammad dalam surat as-Syu’ara: 23 “Katakanlah (wahai Muhammad kepada kaummu): “Aku tidak minta imbalan apa pun atas seruanku ini selain kecintaan kepada keluargaku (Al-Qurba), Ahlulbaitku-ku.”

Siapa yang dapat menyatakan bahwa kecintaan kepada Ahlulbait Nabi SAW berada di dalam hatinya? Mereka itu adalah orang-orang yang tunduk kepada perintah-perintahnya dan larangan-larangannya. Barangsiapa yang mengikutinya (Rasul dan Ahlulbait), maka berarti dia mencintainya.

Barangsiapa yang tidak mengikutinya, maka berarti dia tidak mencintainya. Karena kecintaan berkaitan dengan ketaatan dan ketundukkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Al-Qur’an al-Karim, katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku,” (QS. Ali ‘Imran:31)

Dalam beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami Rasulullah pernah bersabda, sebagai berikut:

“Seorang hamba mencintai Allah, tidak benar-benar beriman kepadaku sebelum ia mencintaiku, dan ia tidak benar-benar mencintaiku sebelum mencintai Ahlulbaitku.”

“Barangsiapa mencintai Allah, pasti mencintai Al-Qur’an, dan orang yang mencintai Al-Qur’an, pasti mencintaiku, dan orang yang mencintaiku tentu ia mencintai sahabat dan Ahlulbaitku.”

Adapun Ibnu Sa’ad menuturkan hadits lain, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Aku dan Ahlulbaitku, ibarat sebatang pohon di syurga yang cabang dan dahan-dahannya berada di dunia. Barangsiapa menghendaki, ia dapat menjadikannya sebagai jalan kepada Tuhannya.”

Sungguh , kecintaan selalu disertai dengan ketaatan dan ketundukkan kepada orang yang dicintai. Berpegang teguh kepada kehidupan para imam Ahlulbait as dan meneladani akhlak mereka yang agung akan mempeteguh akar kecintaan yang ada di dalam hati kita.

Inilah yang dapat kita ajarkan kepada generasi-generasi yang akan datang , kepada anak-anak kita, sehingga dengan begitu mereka memperoleh kecintaan kepada Ahlulbait Nabi SAW di dalam hati mereka. [Sumber: Madzhab Cinta/Karya]

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s