Mengapa Ibu Harus Diutamakan?

SETIAP manusia tentu sudah tahu bahwa orang yang paling besar jasanya terhadap dirinya adalah ibunya. Ibu telah mengandung dengan susah payah selama sembilan bulan lebih. Pada saat melahirkan nyawa pun dipertaruhkan. Rasa sakit yang demikian menyengat tak dirasakannya.Setelah itu, sebagaimana orang yang telah bekerja keras, ibupun selepas melahirkan ingin istirahat. Namun jangankan istirahat, kewajiban lebih besarpun menanti. Yaitu menyusui, menggendong, memandikan, membersihkan saat buang kotoran, bangun malam di saat badan ini sangat letih hanya untuk mengganti popok atau menenangkan bayinya yang terbangun serta masih banyak lagi. Walhasil tambah ke sini malah tambah berat.Ibulah yang mendidik anak, melindunginya, memilih dan memberikan yang terbaik dari yang dimilikinya, menjadi tempat kembali jika ada masalah serta penyelesai dari setiap problem anak. Jasa ibu sungguh tak terkira. Untuk itulah ibu patut mendapat penghargaan demikian besar dari anaknya.Rasulullah SAW sampai menyebutkan tiga kali. Artinya kalau ada seorang anak empunyai harta yang banyak. Ia ingin menginfakkan hartanya. Maka ibu menjadi prioritas untuk diberikan hartanya. Setelah ia memberi harta pada sang ibu, ia masih ingin bersedekah. Maka sedekah keduapun mestinya diberikan kepada ibunya hingga yang ketiga. Baru kepada ayahnya.Ayah memang orang yang tak sedikit jasanya kepada kita. Namun ibu lebih dekat dengan kita, karena itu fitrahnnya. Sehingga kelekatan hati seorang anak dengan ibunya begitu kuat. Mengalahkan kelekatan dengan sang ayah. Seorang ayah pun akan rela kebaikan anak diberikan terlebih dahulu kepada istri yang menjadi ibu anaknya.Setelah ayah, baru kerabat dekat yang wajib dibaiki dan ditaati. Terutama paman dan bibi yang akan menjadi pengganti orang tua jika kelak orang tua kita tiada. Dan seterusnya. Sehingga seorang muslim tahu prioritas mana yang harus dijalin hubungan baik dan ditaati. Jangan sampai salah prioritas. Mentang-mentang kita sangat sayang kepada anak atau istri, kita melupakan ibu kita sendiri. Ibulah nomor satu. Dia memang berhak mendapatkan ini. [Islampos]

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s